Sabtu, 11 Mei 2013

Geografi Kehidupan


Geografi Kehidupan atau Biogeografi adalah cabang dari Biologi yang mempelajari tentang pembagian wilayah berdasarkan kondisi geografi yang berkaitan dengan kehidupan yang didalamnya.
1.      Penyebaran Makhluk Hidup
Seperti yang kita ketahui bahwa pembentukkan bioma sangat dipengaruhi oleh factor Biotik dan Abiotik. Faktor Biotik dan Abiotik memiliki keterkaitan yang sangat erat untuk mendukung kehidupan suatu ekosistem dapat berjalan dengan baik. Jika salah satu faktor diubah atau mengalami gangguan, maka hal itu akan berdampak pada ketersediaan sumber daya lainnya dalam suatu sistem.
      a.       Factor Biotik
     Biotik merupakan faktor hidup, atau terkait dengan kehidupan. Yang termasuk biotik yaitu manusia, hewan (fauna), tanaman (flora), jamur, protista, dan bakteri.
      b.      Factor Abiotik
    Abiotik merupakan lawan kata dari biotik. Komponen abiotik adalah komponen-komponen yang tidak hidup atau benda mati. Yang termasuk komponen abiotik adalah tanah, batu dan iklim, hujan, suhu, kelembaban, angin, serta matahari. Abiotik tidak memiliki ciri sebagaimana faktor biotik, seperti bernapas, tumbuh, berkembang biak, makan dan minum, berekskresi, dan beradaptasi dengan lingkungannya. Faktor abiotik adalah faktor pendorong untuk biotik sehingga biotik dapat hidup dan melakukan aktivitas.

Penyebaran Flora.
Apabila dilihat dari lingkup dunia, maka persebaran flora dibagi menjadi beberapa wilayah penyebaran :
a.       Wilayah Ethiopian
Wilayah yang penyebarannya meliputi benua Afrika, dari sebelah selatan gurun sahara, Madagaskar dan selatan Saudi Arabia. Tumbuhan yang khas di daerah ini meliputi kaktus.
b.      Wilayah Paleartik 
Wilayah persebarannya meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Sovyet, daerah dekat Kutub Utara sampai pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa Barat sampai Jepang, selat Bering di pantai Pasifik, dan benua Afrika paling Utara. Kondisi pada wilayah ini bervariasi mulai dari perbedaan suhu, curah hujan, maupun kondisi permukaan tanah, menyebabkan tanaman yang tumbuh juga bervariasi. Contoh : Bunga Sakuradi Jepang.
c.       Wilayah Nearktik
Persebarannya meliputi wilayah amerika Serikat, Amerika Utara dekat Kutub Utara, dan Greenland. Flora yang khas adalah flora yang tumbuh pada daerah-daerah yang dingin. Contoh : cemara yang biasa tumbuh di daerah bersalju.  
d.      Wilayah Neotropikal 
Persebarannya meliputi Amerika Tengah, Amerika Selatan dan sebagian besar Meksiko. Iklim di wilayah ini sebagian besar beriklim tropik dan bagian Selatan beriklim sedang. Contoh : Pohon Eboni
e.       Wilayah Oriental 
Wilayah penyebarannya meliputi daerah Asia bagian Selatan pegunungan Himalaya, India, Sri Langka, Semenanjung Melayu, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Filiphina. Contoh : Bunga Bangkai
f.       Wilayah Australian 
Wilayah ini mencakup Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, pulau-pulau di sekitarnya, dan kepulauan di Samudera Pasifik. Contoh : Eukaliptus

2.      Pembagian Wilayah Berdasarkan Iklim
      a.      Daerah Tropik
      Terletak di sepanjang khatulistiwa. Memiliki ciri beriklim panas, matahari bersinar sepanjang tahun,        perubahan suhu antara Januari hingga Desember sangatlah sedikit, curah hujan sangat tinggi. Curah hujan sangat tinggi, merata sepanjang tahun, antara 200 – 225 cm/Tahun.
Dibawah biomanya, terdapat ribuan spesies tumbuhan yang dapat membenntuk suatu hutan tropik dengan ciri-ciri sebagai berikut :
·         Pohon-pohonnya besar dan tinggi, dapat mencapai 20-40 m
·         Cabang pohon panjang dan banyak, membentuk naungan pohon yang luas
·         Di dalam naungan pohon hidup tumbuhan yang menempel (epifit) yang melakukan adaptasi dengan lingkungan kering karena hidup dari air dan curah hujan yang dikandung cabang atau dahan tempat menempel
·         Tanah dibawah naungan hampir tidak pernah mendapatkan sinar matahari. Hal ini menyebabkan tanaman merambat, menjalar ke atas. Misalnya rotan
·         Di lapisan terbawah, hidup lumut dan rumput sebagai makanan hewan kecil. 
Didalam hutan tropis yang lebat, terdapat beraneka ragam binatang, mulai dari bakteri pembusuk dalam tanah, burung, kera, sampai harimau dan binatang besar lainnya. Sedangkan tumbuhan yang hidup dalam tumbuhan ini, memiliki ciri : berukuran kecil, tumbuh ketika hujan turun, berbunga dan berbiji dalam ukuran kecil dan tahan lama, tumbuh pada musim penghujan tahun berikutnya. 
Ciri lingkungan abiotiknya : suhu udara pada siang hari sangat tinggi, sekitar ±50°C sedangkan pada malam hari dapat mencapai 0°C, curah hujan dan kelembapan udara sangat rendah, penguapan air (Evaporasi)sangat tinggi, yang secara keseluruhan berakibat pada keadaan tanahnya menjadi tandus. Dengan kondisi bioma demikian, hanya sedikit tumbuhan yang mampu tumbuh,
Cirri-ciri tumbuhan didaerah ini : berukuran kecil, tumbuh waktu hujan turun, berbunga dan berbiji dalam ukuran kecil dan tahan lama, tumbuh pada musim penghujan tahun berikutnya. Ada tumbuhan menahun dengan ciri-ciri : berdaun kecil bahkan ada yang tidak berdaun, dilapisi zat lilin tebal guna mengurangi penguapan, memiliki akar panjang agar mampu menyarap air di lapisan tanah yang panjang. Hewan yang hidup pada bioma ini, antara lain : tikus, ulat, kadal, semut dan unta.

      b.      Daerah Sub-Tropik
      Merupakan iklim sedang. Terdapat 4 musim : musim panas (summer), musim gugur (autumn), pusim dingin (winter) dan musim semi (spring).    Curah hujannya sepanjang tahun, sekitar 75-100cm/tahun.
Ciri Biomanya : Hutannya merupakan hutan luruh, Gugurnya daun merupakan persiapan datangnya musim dingin dan bersemi kembali setelah musim dingin selesai. Pada musim dingin terdapat salju, jumlah tumbuhan jauh lebih sedikit, dan jarak antar pohon tidak rapat dan tidak ada perdu di bawahnya.
Di daerah tengah benua terdapat padang rumput, karena curah hujan sedikit. Tingkat curah hujan menyebabkan tumbuhnya bermacam-macam rumput. Tanahnya banyak mengandung humus, karena daun dan rumput cepat mati dan membusuk pada musim gugur.

      c.       Daerah Kutub
      Daerah ini, pada musim panas, matahari bersinar lebih dari 12 jam sehari. Pada musim dingin, matahari kurang dari 12 jam sehari. Bioma yang khas di daerah beriklim dingin adalah hutan taiga yang pohonnya terdisi dari satu spesies (homogen). Pohon khasnya adalah konifer, dan hewan yang hidup disekitar hutan taiga seperti moose, beruang hitam, ayak dan marten. Di belahan utara, terdapat tundra. Daerah ini mendapat sedikit energi radiasi. Perbedaan siang dan malam pada musim panas dan dingin sangatlah besar. Rumput tumbuh menutupi tanah, tumbuhan berbiji tumbuh kerdil. Binatang khas daerah ini adalah rusa kutub, beruang kutub,  musk ox

3.      Pembagian Wilayah untuk Penyebaran Binatang
Apabila dilihat dari lingkup dunia, maka persebaran Fauna dibagi menjadi:
a.      Fauna Oriental
Fauna di wilayah ini tersebar di kawasan Asia terutama Asia Selatan dan Asia tenggara. Fauna Indonesia yang masuk wilayah ini hanya di Indonesia bagian Barat. Hewan yang khas wilayah ini adalah harimau, orang utan, gibbon, rusa, banteng, dan badak bercula satu. Hewan lainnya adalah badak bercula dua, gajah, beruang, antilop berbagai jenis reptil, dan ikan. Adanya jenis hewan yang hampir sama dengan wilayah Ethiopian antara lain kucing, anjing, monyet, gajah, badak, dan harimau, menunjukkan bahwa Asia Selatan dan Asia Tenggara pernah menjadi satu daratan dengan Afrika.

b.      Fauna Paleartik
Wilayah persebarannya sangat luas meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Sovyet, daerah dekat Kutub Utara sampai Pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa Barat sampai Jepang, Selat Bering di pantai Pasifik, dan benua Afrika paling Utara. Kondisi lingkungan wilayah ini bervariasi, baik perbedaan suhu, curah hujan maupun kondisi permukaan tanahnya, menyebabkan jenis faunanya juga bervariasi. Beberapa jenis fauna Paleartik yang tetap bertahan di lingkungan aslinya yaitu Panda di Cina, unta di Afrika Utara, binatang kutub seperti rusa Kutub, kucing Kutub, dan beruang Kutub. Binatang-binatang yang berasal dari wilayah ini antara lain kelinci, sejenis tikus, berbagai spesies anjing, kelelawar.

c.       Fauna Ethiopian
Wilayah persebarannya meliputi benua Afrika, dari sebelah Selatan Gurun Sahara, Madagaskar dan Semenanjung Arab bagian selatan. Hewan khas daerah ini antara lain: Zebra, Jerapah, Gorila, Gajah, Badak, Tapir, Baboon, Simpanse. Mamalia padang rumput seperti Impala, Singa, Zebra, Antelope, Jerapah, Macan. Mamalia endemik di wilayah ini adalah Kuda Nil yang hanya terdapat di Sungai Nil, Mesir. Namun di Madagaskar juga terdapat kuda Nil namun lebih kecil. Menurut sejarah pulau Madagaskar pernah bersatu dengan Afrika.

d.      Fauna Neartik
Wilayah persebarannya meliputi benua Afrika, dari sebelah Selatan Gurun Sahara, Madagaskar dan Semenanjung Arab bagian selatan. Hewan khas daerah ini antara lain: Zebra, Jerapah, Gorila, Gajah, Badak, Tapir, Baboon, Simpanse. Mamalia padang rumput seperti Impala, Singa, Zebra, Antelope, Jerapah, Macan. Mamalia endemik di wilayah ini adalah Kuda Nil yang hanya terdapat di Sungai Nil, Mesir. Namun di Madagaskar juga terdapat kuda Nil namun lebih kecil. Menurut sejarah pulau Madagaskar pernah bersatu dengan Afrika.

e.       Fauna Neotropikal
Wilayah persebarannya meliputi Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Fauna yang tersebar antara lain Anakonda (Ular Raksasa), ikan Piranha, Belut listrik di Sungai Amazone, Lama (sejenis unta) di padang pasir Atacama (Peru), tapir, dan kera hidung merah. Wilayah Neotropikal dikenal sebagai wilayah fauna Vertebrata karena jenisnya yang sangat beranekaragam dan spesifik, seperti monyet, trenggiling, buaya, ular, kadal, beberapa spesies burung.

   



Sabtu, 13 April 2013

Dampak Perkembangan IPTEK Terhadap Kehidupan Manusia pada Aspek Sosial dan Budaya


Tidak dapat kita pungkiri bahwa IPTEK tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia. IPTEK memang dikembangkan untuk mempermudah berbagai macam keperluan manusia. Semua orang berlomba-lomba membuat terobosan baru atau mengembangkan IPTEK yang sudah ada. IPTEK saat ini telah digunakan untuk berbagai bidang, seperti bidang pendidikan, kedokteran, politik, hiburan dan tentu dalam bidang ekonomi. Perkembangan IPTEK sebenarnya sangat menguntungkan bagi kehidupan manusia. Manusia dengan mudahnya mendapatkan informasi karena perkembangan IPTEK.
Tetapi dengan berkembangnya IPTEK manusia menjadi malas untuk melakukan sesuatu yang merepotkan, contohnya ketika mahasiswa diberi tugas untuk membuat suatu makalah atau karya ilmiah, mahasiswa hanya mencari bahan atau informasi dari internet tanpa mencari referensi dari buku yang seharusnya diutamakan. Manusia sekarang sangat terbiasa denganisitilah “One Click, You Get It”.
Perkembangan IPTEK juga menjadikan suatu bangsa menjadi semakin asing dengan kebudayaan sendiri, contohnya para remaja di Indonesia 69% memiliki akun jejaring sosial, dan disitulah penyebab terpengaruhnya pada budaya asing.  Ketika suatu kebudayaan sedang booming, para remaja ikut mengelu-elukan kebudayaan tersebut, seperti budaya korea yang sekarang secara tidak langsung sedang menjajah kebudayaan Indonesia.
Pola interaksi dan kemerosotan moral manusia sekarang juga ikut dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK. Dengan adanya Internet Relay Chatting (IRC), e-mail dan berbagai fasilitas internet lainnya membuat manusia jarang berinteraksi langsung dengan masyarakat yang ada di lingkungan sekelilingnya. Sekarang manusia cenderung seperti mempunyai dunia sendiri. Kemorosotan moral terjadi karena pola pikir yang telah berubah. Seperti cara berpakaian masyarakat Indonesia yang sekarang mengikuti trend pakaian girlband atau boyband korea. Kenakalan remaja dan pelecehan seksual juga dikarenakan banyak situs tidak senonoh di internet.
Dengan demikian perkembangan IPTEK memang tidak bisa kita hindari karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Namun untuk mencegah atau mengurangi akibat negatif kemajuan teknologi, para penerus bangsa harus melestarikan budaya yang telah ada sejak dulu dan pemerintah di suatu negara juga harus membuat peraturan-peraturan atau melalui suatu konvensi internasional.

Jumat, 08 Maret 2013

Perkembangan Alam Pikiran Manusia

Pakar psikologi Sigmund Freud yang mendirikan psikoanalisa mengatakan bahwa proses pikiran manusia terbagi menjadi pikiran sadar (concious), pikiran prasadar (preconcious), dan pikiran tak sadar (unconcious). Dari ketiga kondisi pikiran itu, kemudian Freud mengenalkan istilah alam bawah sadar (subconscious) dalam pikiran manusia. Menurut afreud alam bawah sadar inilah yang mengendalikan sebagian besar perilaku manusia.
 ILMU PENGETAHUAN lahir karena tumbuh aktivitas berkembang manusia yang selalu berfikir dan menggunakan penalaran. Manusia mempunyai kemampuan yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya yaitu manusia mempunyai nalari dimana kemampuan tersebut digunakan untuk melakukan penalaran, pemikiran logis, dan analisis. Hal tersebut digunakan untuk menentukan mana yang baik dan yang tidak. Selain itu manusia juga mempunyai nurani, rasa ingin tahu dan naluri (insting) sehingga membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Manusia juga dapat berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan sehingga dapat mengkomunikasikan apa yang diinginkan kepada khalayak, Hal inilah yang membuat manusia diangaap lebih dibanding dengan makhluk hidup lainnya.
Comte menyatakan bahwa ada tiga tahap sejarah perkembangan manusia, yaitu tahap teologi (tahap metafisika), tahap filsafat, dan tahap positif (tahap ilmu). Mitos termasuk tahap teologi atau tahap metafisika. Meteologi adalah pengetahuan tentang mitos yang merupakan kumpulan cerita-cerita mitos. Cerita mitos sendiri ditularkan lewat tari-tarian, nyayian, wayang dan lain-lain. Secara garis besar, mitos dibedakan atas tiga macam yaitu : mitos sebenarnya, cerita rakyak dan legenda.
Puncak pemikiran mitos terjadi pada zaman babilonia, ketika orang babilonia berpendapat bahwa alam semesta itu sebagai ruang setengah bola dan bumi yang datar sebagai lantainya dan langit dengan bintang-bintang sebagai atapnya. Tapi yang paling menakjubkan pada masa itu pengetahuan perbintangan mulai berkembang sehingga muncul pengetahuan tentang rasi-rasi bintang seperti yang kita kenal pada saat ini, itu berasal dari zaman babilonia. Tapi dengan bertambah majunya alam pikiran manusia dan berkembangnya cara-cara penyelidikan, manusia dapat menjawab banyak pertanyaan tanpa harus mengarang/percaya pada mitos. Berkat pengamatan yang sistematis, kritis dan makin bertambahnya pengalaman yang diperoleh, lambat laun manusia berusaha mencari jawaban secara rasional.

RASA INGIN TAHU, juga merupakan salah satu ciri khas manusia. Ia mempunyai kemampuan untuk berpikir sehingga rasa ingin tahunya tidak tetap sepanjang zaman, karena apa? Karena manusia akan selalu bertanya apa, bagaimana dan mengapa. Manusia juga mampu menggunakan pengetahuannya yang lama untuk di kombinasikan dengan pengetahuan yang baru sehingga menjadi pengetahuan yang lebih baru. Manusia selalu merasa ingin tahu terhadap sesuatu yang terjadi dengan menggunakan pengamatan dan pengalaman. Tetapi sering kali tidak dapat menjawab dengan memuaskan. Untuk itulah manusia biasa mereka-reka jawaban atas keingintahuannya.
Rasa ingin tahu manusia yang sangat peka dan besar membuat manusia tidak pernah puas melakukan observasi dan penelitian terhadap setiap benda atau makhluk hidup yang masih menyisakan tanda tanya sehingga tercipta pemikiran baru. Perkembangan alam pikir manusia sangat dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan disaat kecil dari orang tua dan lingkungan. Dengan berkembangnya alam pikir dan pengetahuan manusia, manusia pelan-pelan dapat berfikir rasional dengan deduktif dan induktif. Dengan berkembangnya alam pikir manusia ini, maka setiap manusia bisa mendapatkan ilmu-ilmu pengetahuan yang didapat sejak lahir hingga dewasa.
            Manusia secara terus menerus selalu mengembangkan pengetahuannya tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhannya yang menyangkut kelangsungan hidupnya saja. Mereka berusaha untuk mengetahui mana yang benar mana yang salah mereka juga juga berusaha menentukan mana yang baik dan mana yang buruk dan mana yang indah dan mana yang jelek, mereka harus berpikir dan harus merasakan sedemikian, hingga dapat menarik kesimpulan dan memperoleh pengetahuan. Pada hakikatnya manusia merupakan makhluk berpikir, merasa bersikap dan bertindak.

Kesimpulannya adalah rasa ingin tahu manusia yang menyebabkan berkembangnya alam pikiran manusia karena manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang sudah dicapainya selama ini. Manusia selalu ingin menemukan inovasi atau teori baru yang sesuai dengan zaman saat ini.